Sarana dan Prasarana Daerah

Perhubungan dan transportasi

Pola dan Jaringan Jalan

Hingga dengan tahun 2007, panjang jalan di Kota Bekasi mencapai 1.324 km, dengan perincian 40.12 km merupakan jalan negara; 29.35 km jalan propinsi; dan 1.255 km adalah jalan kota.

Perkembangan Panjang Jalan di Kota Bekasi

Berdasarkan Status Tahun 2001-2007

Tahun

Jalan Negara

Jalan Propinsi

Jalan Kota

Total

(km)

(km)

(km)

(km)

2003

18.30

23.30

280.19

321.79

2004

19.20

26.50

785.69

831.39

2005

19.20

26.50

978.00

1023.70

2006

19.20

26.50

1084.15

1129.85

2007

40.12

29.35

1255.09

1324.56

Berdasarkan fungsi dan peranannya jaringan jalan di Kota Bekasi dikelompokkan menjadi :

  1. Jalan Arteri Primer: Jalan Sultan Agung, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Jend. Ahmad Yani, Jalan Cut Meutia, Jalan Siliwangi, Jalan Ir. H. Juanda, dan Jalan Alternatif Cibubur.

Jalan Arteri Sekunder :Jalan Jati Kramat, Jalan Jati Asih, Jalan Raya Jatiwaringin, Jalan Kali Malang, Jalan Hankam raya, Jalan Jatisampurna, dll.

  1. Jalan Kolektor Primer: Jalan Raya Caman, Jalan Cikunir, Jalan Pekayon Raya, Jalan Patriot, Jalan Kartini, Jalan Chairil Anwar, dll.

Jalan Kolektor Sekunder : Jalan H. Agus Salim, Jalan Raya Perjuangan, Jalan KHM Tabrani, Jalan Mayor Hasibuan, dll.

3. Jalan Lokal Primer dan Jalan Lokal Sekunder

Panjang Jalan Berdasarkan Fungsi Tahun 2007

No

Uraian

Total

Fungsi Jalan (km)

Primer

Sekunder

Lingkungan

(km)

Arteri

Kolektor

Lokal

Arteri

Kolektor

Lokal

1

Jalan Tol

13.25

13.25

2

Jalan Lingkar Luar

13.00

13.00

3

Jalan Negara

13.87

13.87

4

Jalan Propinsi

29.35

17.32

12.03

5

Jalan Kota

382.00

61.04

16.90

14.80

116.36

172.90

6

Jalan Lingkungan/swasta

873.09

873.09

7

Jalan Irigasi

0.00

Total

1,213.58

1324.56

40.12

17.32

61.04

28.93

14.80

116.36

Pola jaringan jalan utama Kota Bekasi adalah terpusat karena sistem jaringan regional yang ada berorientasi menuju pusat kotayang mencakup aktivitas perkantoran, perdagangan, dan jasa. Jaringan jalan di Kota Bekasi pada dasarnya adalah linear. Ruas jalan arteri membentang pada poros timur-barat sejajar dengan lintasan kereta api dan jalan bebas hambatan (Jalan Tol Jakarta—Cikampek) secara paralel

Website Link

Statistik Website